Latest Post

Pertamina Belum Penuhi Kebutuhan BBM di Pedalaman

Written By Unknown on Wednesday, 3 February 2016 | 07:00

Gemmacakrawala.co.id-Pasca beroperasinya "Jobber" atau depo mini bahan bakar minyak (BBM) di Sanggau, PT. Pertamina mengaku masih belum dapat memenuhi kebutuhan BBM di kawasan pedalaman maupun perbatasan Kalimantan Barat. Selain faktor infrastruktur jalan menuju Sanggau, kebutuhan BBM subsidi maupun non-subsidi masih dipasok dari Terminal BBM Pontianak dan Sintang.

"Hingga saat ini kami masih mengandalkan pasokan BBM dari TBBM Pontianak dan Sintang untuk memenuhi kebutuhan BBM di kawasan pedalaman maupun perbatasan Kalbar," kata Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng Eko Harjito, dalam siaran persnya, Senin (1/2).

Data Pertamina, mencatat ada sebanyak 17 SPBU dan lima PLTD yang menggantungkan pasokan BBM dari Jobber Sanggau, dengan jarak tempuh perjalanan darat dari TBBM Pontianak ke TBBM Sanggau 220 kilometer, dan dari TBBM Sintang 90 kilometer. Kehadiran depot mini BBM Sanggau diharapkan dapat memberikan potensi efesiensi biaya angkutan BBM sebesar Rp15miliar/tahun.

Depo mini BBM tersebut memiliki sarana fasilitas berupa "Floating Jetty", selain itu memiliki dua tanki premium kapasitas 2.000 kiloliter, tiga tanki solar kapasitas 6.000 kiloliter, dan satu tanki BBK (Bahan Bakar Khusus) kapasistas 1.500 kiloliter, enam pompa produk, dan "Filling Shed".

Sebagai informasi, hingga saat ini jalan menuju Jobber Sanggau masih jalan tanah sehingga kalau dimusim hujan berlumpur dan licin. Hal itu sangat membahayakan mobil tangki yang mengangkut BBM dari dan menuju Jobber Sanggau tersebut.

Sementara itu, melalui pesan singkatnya, Direktur Pusat Kebijakan Publik Indonesia (PusKePi), Sofyano Zakaria mengatakan, dibangunnya Jobber Sanggau, membuktikan komitmen Pertamina dalam melancarkan distribusi BBM ke kawasan perbatasan Kalbar, Indonesia-Malaysia yang sebelumnya jarak tempuhnya cukup jauh.

Selain itu, keberadaan Jobber Sanggau itu, juga untuk memperkuat ketahanan energi di daerah-daerah terpencil seperti di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Provinsi Kalbar.

"Kami berharap dengan hadirnya depo mini ini, juga harus didukung oleh Pemkab Sanggau, seperti pembangunan infrastruktur jalan yang memadai untuk memudahkan distribusi BBM diberbagai pelosok di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya," ungkap Sofyano.(red/al)
Sumber : indopetronews.com

Fitra Ungkap Ketidakwajaran Anggaran Proyek Gedung Baru DPR

Jakarta, Gemmacakrawala.co.id – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan alokasi anggaran DPR untuk kebutuhan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2016 untuk proyek pembangunan komplek gedung baru DPR mencapai Rp570 miliar.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, (8/1) Fitra mengungkapkan jumlah anggaran yang didapatnya dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR RI tersebut terdiri dari lima alokasi anggaran untuk pembangunan yang berbeda.

Fitra memaparkan anggaran tidak wajar tersebut antara lain pembangunan gedung DPR senilai Rp480,1 miliar, Manajemen Konstruksi Pembangunan Gedung dan Poliklinik Rp10 miliar, Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Alun-Alun Demokrasi Rp68,7 miliar, Perencanaan Konstruksi Pembangunan Alun-alun Demokrasi Rp9,1 miliar, dan Manajemen Konstukri pembangunan Alun Alun Demokrasi Rp 1,7 miliar.

Fitra menyebut alokasi anggaran pembangunan gedung baru DPR tersebut akan terus bertambah di tahun berikutnya dengan mekanisme anggaran secara “multi-year” hingga 2015.

Selain itu, Fitra juga menyebutkan hingga saat ini belum ada dokumen perencanaan dan dokumen pendukung lainya terkait proyek gedung baru DPR. Fitra juga menemukan anggaran untuk Rumah Jabatan Anggota (RJA) sebanyak 556 rumah yang terletak di Ulujami dan Kalibata.

Setiap rumah memiliki tipe yang seragam baik design dan ukuran bangunannya, yang terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, satu kamar utama, tiga kamar tidur anak, empat kamar mandi, satu kamar pembantu dan satu ruang kerja.

Anggaran untuk RJA Kalibata mencapai Rp26,3 miliar dan RJA Ulujami sebesar Rp2,7 miliar. [*]

Sumber : Seruu.com gemmacakrawala.co.id

Pemuda Kota Santri Ciptakan Robot Penyerap Polusi Udara

Kajen, Gemmacakrawala.co.id – Satu lagi pemuda Kota Santri menorehkan prestasi di tingkat internasional. Adalah Bayu Aji Setiawan (19), warga Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pemuda berprestasi tersebut. Lulusan SMKN 1 Kedungwuni meraih Juara III dalam Kompetisi Internasional serta meraih Special Award dari Hongkong setelah menciptakan robot pembersih udara.

Robot yang diusung dalam kompetisi riset tingkat internasional dibuat Bayu dalam skala kecil, untuk kapasitas ruangan 3 x 3 m. Namun, dia menyatakan siap jika ada pesanan untuk skala yang lebih besar maupun industri, baik dalam bentuk portabel maupun robot. Bentuk portabel memerlukan biaya yang lebih kecil dibandingkan robot. Bayu hanya memerlukan 3 komponen utama untuk membuat pembersih udara portabel, yakni micro controller, kipas, dan sensor. Sedangkan bentuk robot, Bayu memerlukan komponen yang lebih kompleks.

Cara kerja alat yang diciptakannya, dijelaskan, robot akan mendeteksi udara di sekitarnya dan jika menemukan adanya polusi, akan menyerapnya dan melepaskan kembali udara yang sudah melalui proses pemurnian menggunakan karbon aktif tanaman lidah mertua. Sensor akan menginformasikan high pollution (polusi tinggi) pada saat menemukan polutan dalam udara.

Arang tanaman lidah mertua yang digunakan untuk menyerap polusi udara dibuat dengan cara, pertama dengan memotong-motong tanaman tersebut, kemudian dioven selama 6 jam dan ditumbuk dan dimasukkan ke dalam larutan NaH2PO4 (Natrium Dehidrogen Phospat) konsentrasi 30 persen. Rendam dalam larutan tersebut selama sehari semalam. Setelah itu, angkat dan keringkan dengan cara dioven lagi selama 1 jam. Kemudian, cuci dengan Aqua Demineralizata (air destilasi) sampai Phnya netral, kemudian dikeringkan dan dioven lagi selama satu jam. Terakhir, buat menjadi briket atau dipadatkan dengan dicampur lem atau pun tetes tebu. Keringkan dan siap digunakan.



Serap 107 Macam Polusi

Sebanyak 10 kg tanaman lidah mertua dapat menghasilkan arang seberat 500 gram. Tanaman ini mudah untuk dibudidayakan di wilayah Kabupaten Pekalongan dan daerah-daerah lainnya. Tanaman lidah mertua mampu menyerap 107 macam polusi udara di dunia.

Karbon aktif dari tanaman lidah mertua dapat digunakan selama 6-8 bulan, setelah jangka waktu tersebut perlu diganti dengan yang baru.

Bayu mewakili SMKN Kedungwuni mengikuti kompetisi di tingkat internasional bersama rekannya Galih Dwi Atmaja yang juga lulusan SMKN 1 Kedungwuni setelah dikirim pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sebelumnya menjadi Juara I Lomba Riset Daerah Kabupaten Pekalongan serta lomba di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Mengenai latar belakang ide menciptakan robot atau alat pemfilter udara, Bayu mengungkapkan, karena menurutnya semua orang membutuhkan udara yang bersih. Pencemaran udara menjadi permasalahan yang luas saat ini, sehingga menurutnya, diperlukan alat yang dapat menyelesaikan persoalan tersebut, setidaknya membantu mengurangi polusi udara.

Alat yang diciptakan, menurutnya, tidak hanya perlu digunakan di kota-kota besar yang biasanya polutannya tinggi, namun, di daerah-daerah, tak terkecuali Kabupaten Pekalongan, menurutnya juga perlu, bahkan tingkat rumah tangga.

Alat ini menurutnya dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat. Polusi udara tidak hanya di luar ruangan, namun juga bisa ada di dalam ruangan. Alat bisa menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan kembali O2. “Kita jangan menunggu pencemaran sampai tinggi. Justru harus diantisipasi jangan sampai terjadi pencemaran,” kata putra pasangan Isma’un (alm) dan Siti Rukayah (50) saat diwawancarai Selasa (23/12).

Lantaran ingin mengikuti kompetisi internasional waktu itu, Bayu tak sempat untuk mengurus pendaftaran di perguruan tinggi setelah lulus dari sekolah Juni 2015 lalu. Namun, Bayu bertekad untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan meminta rekomendasi dari LIPI atau pun melalui jalur SBMPTN. “Saya ingin kuliah di ITB. Namun, masuk ke perguruan tinggi tersebut tidaklah mudah, sehingga saya juga harus berusaha keras, belajar dan berdoa tentunya dengan harapan bisa menjadi mahasiswa ITB,” ungkap Bayu. Bungsu dari tiga bersaudara itu juga bertekad akan terus melakukan riset jika kuliah nanti.

Atas penghargaan yang diterimanya Bayu mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membimbing, membantu dan mensupportnya, antara lain pihak SMKN 1 Kedungwuni, Bappeda dan Pemkab Pekalongan, dan pihak LIPI serta pihak lainnya yang tidak bisa disebutkannya satu-persatu. Dia berharap hasil risetnya bisa diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.* [Lik/jas]

Warung Makan Dijadikan Gudang Senjata

GemmaCakrawala-Petugas Polsekta Jetis merazia sebuah warung makan di Jalan Wolter Monginsidi Yogyakarta yang selama ini dijadikan tempat untuk menyimpan senjata. Diduga senjata-senjata tersebut sengaja disembunyikan oleh para pelajar yang sering nongkrong di warung tersebut untuk dipergunakan saat tawuran. Di tempat ini Polisi berhasil menemukan pedang, tongkat pemukul, sabuk gir dan berbagai senjata lainnya.

Kapolsekta Jetis, Kompol Chundori mengungkapkan, sebenarnya Polisi telah lama curiga dengan aktivitas para pelajar yang sering nongkrong di warung tersebut, terutama saat diluar jam sekolah. Selain itu tawuran pelajar dengan menggunakan senjata tajam juga sering pecah di lokasi tersebut.

Dengan dipimpin Aiptu Agung ‘Chomo’ petugas kemudian menyisir warung kawasan itu. Di sebuah tempat makan Polisi menemukan berbagai senjata yang disembunyikan di kolong meja.

“Ada belasan senjata berbagai jenis yang ditemukan. Senjata-senjata ini sengaja disembunyikan dan akan dipergunakan saat tawuran,” ungkap Chundori di Mapolsekta Jetis, dikutip dari KRJogja.com, Minggu (31/01/2016).

Senjata yang berhasil ditemukan petugas yakni 5 bilah pedang, 4 buah pentungan, 2 sabuk berkepala gir, 1 ruyung dan 1 tongkat. Polisi juga menemukan satu plastik serbuk besi yang diduga akan dijadikan sebagai senjata untuk ditaburkan ke mata lawan.

Kendati menyita berbagai senjata di tempat tersebut, namun Polisi tidak melakukan penahanan terhadap pemilik warung. Bahkan pemilik tempat makan tersebut juga tak mengetahui jika selama ini warungnya dijadikan sebagai gudang senjata.

Polisi akan meminta keterangan para pelajar yang sering nongkrong di warung itu. Dalam kasus ini petugas juga melibatkan pihak sekolah untuk mengusut siapa pemilik senjata-senjata tersebut. [*]

Editor: Budi Kanoto

Sumber: KRJogja.com , Gemmacakrawala.co.id

Daftar Kantor Pos Seluruh Jawa Tengah

Written By Unknown on Monday, 1 February 2016 | 22:21

News.Gemmacakrawala.co.id-Bila anda sering berkirim surat menyurat atau tarnsaksi untuk expedisi via Pos kami akan menyajikan info publik data seluruh kantor Pos Sejawa tengah.

Pos sendiri sekarang tidak hanya untuk berkirim surat dan expedisi saja,management POS Indonesia telah berupaya meningkatkan pelayananya di antara bisa bayar online dari berbagai angsuran,transfer duit online via western union


Nama Kantor Pos
Kode Kantor
Alamat
Nomor Telepon
Nomor Faximile
Kelurahan
Kecamatan
Kabupaten
Propinsi
1. SEMARANG 50000 Jl. Pemuda No. 4 Semarang 024-3543271 024-3520805 Kauman Semarang Tengah Semarang Jawa Tengah
2. UNGARAN 50500 Jl. MT Haryono No. 10 Ungaran 024-6921002 024-6925501 Ungaran Ungaran Semarang Jawa Tengah
3. SALATIGA 50700 Jl. Prof. Moh.Yamin No. 3 0298-323896 0298-325370 Salatiga Sidorejo Salatiga Jawa Tengah
4. PEKALONGAN 51100 Jl. Cendrawasih No. 1 Pekalongan 0285-421776 - Kandang Panjang Pekalongan Utara Kota Pekalongan Jawa Tengah
5. KENDAL 51300 Jl. Raya Soekarno Hatta No. 224 0294-381166 0294-381166 Patukangan Kendal Kendal Jawa Tengah
6. TEGAL 52100 Jl. Proklamasi No. 2 0283-353265, 0283-353109 0283-356162 Tegal Sari Tegal Barat Tegal Jawa Tengah
7. BREBES 52200 Jl. P. Diponegoro No. 66 Brebes 0283-671063 0283-672348 Brebes Brebes Brebes Jawa Tengah
8. PEMALANG 52300 Jl. A Yani No. 1 Pemalang 0284-321078 0284-323277 Mulyoharjo Pemalang Pemalang Jawa Tengah
9. PURWOKERTO 53100 Jl. Jend. Sudirman No. 435 0281-637055 0281-630665 Kranji Purwokerto Timur Banyumas Jawa Tengah
10. CILACAP 53200 Jl. A Yani No. 32 Cilacap 53212 0282-533035, 0282-534403 0282-537132 Sidakaya Cilacap Selatan Cilacap Jawa Tengah
11. PURBALINGGA 53300 Jl. Alun Alun Utara No. 2 0281- 891147 - Purbalingga Lor Purbalingga Purbalingga Jawa Tengah
12. BANJARNEGARA 53400 Jl. Pemuda No. 72 0286-591004 - Krandegan Banjarnegara Banjarnegara Jawa Tengah
13. PURWOREJO 54100 Jl. Jend. A Yani No. 2 Pwr 54111 0275-321054 0275-321054 Purworejo Purworejo Purworejo Jawa Tengah
14. KEBUMEN 54300 Jl. Pahlawan No. 169 0287-381765, 0287-381760 - Kebumen Kebumen Kebumen Jawa Tengah
15. YOGYAKARTA 55000 Jl. P.Senopati No. 2 0274-377322, 0274-377325 0274-375890 Gondomanan Gondomanan Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
16. WATESYOGYA 55600 Jl. Sutijab No. 63 Wates 55611 0274-773047, 0274-774526 - Wates Wates Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta
17. BANTUL 55700 Jl. Pemuda, Bantul 0274-367471 - Dusun Gandekan,Bantul Bantul Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
18. WONOSARIYOGYA 55800 Jl. Brigjen Katamso No. 12 0274-391129 - Kepek Wonosari Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta
19. MAGELANG 56100 Jl. A.Yani No. 2 Magelang 0293-364595 0293-362647 Panjang Magelang Utara Magelang Jawa Tengah
20. TEMANGGUNG 56200 Jl. S Parman 5 Temanggung 0293-491162 0293-493324 - Temanggung Temanggung Jawa Tengah
21. WONOSOBO 56300 Jl. Pemuda No. 9 Wonosobo 56311 0286-321026 - Wonosobo Wonosobo Wonosobo Jawa Tengah
22. SOLO 57100 Jl. Jend. Sudirman No. 8 Solo 57111 0271-647214 - Kampung Baru Pasar Kliwon Surakarta Jawa Tengah
23. SRAGEN 57200 Jl. Raya Sukowati No. 193 0271-891005 - Sragen Kulon Sragen Kulon Sragen Jawa Tengah
24. BOYOLALI 57300 Jl. Pandanaran No. 64 Boyolali 0276-321006 - Siswodipuran Boyolali Boyolali Jawa Tengah
25. KLATEN 57400 Jl. Pemuda No. 199 Klaten 57411 0272-321012, 0272-321001 - Klaten Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
26. SUKOHARJO 57500 Jl. Wandyopranoto No. 12 0271-591600, 0271-593027 0271-591601 Joho Sukoharjo Sukoharjo Jawa Tengah
27. WONOGIRI 57600 Jl. Ahmad Yani No. 168 Wonogiri 0273-321007 - Giripurwo Wonogiri Wonogiri Jawa Tengah
28. KARANGANYAR 57700 Jl. Lawu No. 8 Karanganyar 0271-495004 0271-494596 Cangakan Karanganyar Karanganyar Jawa Tengah
29. PURWODADIGROBOGAN 58100 Jl. Jend. Sudirman No. 4 Purwodadi 0292-421055, 0292-422901 0292-422901 Purwodadi Purwodadi Grobogan Jawa Tengah
30. BLORA 58200 Jl. Pemuda No. 5 Blora 58211 0296-531015 0296-533055 Mlangsen Blora Kota Blora Jawa Tengah
31. PATI 59100 Jl. P.Sudirman No. 61 Pati 59112 0295-381315 0295-384405 Ngarus Pati Pati Jawa Tengah
32. KUDUS 59300 Jl. Jend. Sudirman No. 43 KS 59311 0291-4373012, 0291-443011 - Kramat Besar Kota Kudus Kudus Jawa Tengah
33. JEPARA 59400 Jl. Yos Soedarso No. 24 0291-591011 0291-591011 Jobokuto Jepara Jepara Jawa Tengah

PDIP: “Mendagri Harus Berani Bubarkan OKP “Preman”

Gemmacakrawla.co.id, Jakarta – Pemerintah diminta segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Indonesia, menyusul bentrokan antara anggota Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) pada Sabtu kemarin di Medan.

Sebab, sejauh ini keberadaan para anggota OKP tersebut lebih banyak memunculkan persoalan dibanding manfaat ditengah masyarakat.

“Sampai saat ini publik belum pernah merasakan manfaat kehadiran dari OKP ini,” tegas anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan seperti dilansir MedanBagus.Com, Senin (1/2).

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, kehadiran OKP saat ini lebih terlihat sebagai organisasi tempat bernaung para preman yang justru menjadikan masyarakat sebagai “sapi perahan”.

Hal ini terlihat dari tindak tanduk para anggota OKP yang selalu muncul untuk melakukan kutipan liar kepada setiap warga yang memiliki usaha mulai dari usaha pinggir jalan hingga usaha dalam skala besar seperti mall. Oleh karena itu, pemerintah harus berani mengambil langkah tegas dengan menyatakan OKP-OKP yang kerap terlibat aksi premanisme, tindak kekerasan dan penebar permusuhan sebagai organisasi yang terlarang dan harus dibubarkan.

“Kita meminta, Bapak Presiden segera memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mencabut semua ijin seluruh ormas maupun OKP pelaku kekerasan,” ujarnya dikutip rmol.co.

Sutrisno mengaku saat ini situasi miris tengah dipertontonkan oleh penyelenggara negara karena sangat kompromi dengan kehadiran ormas-ormas maupun OKP yang selalu identik dengan kekerasan. Penggunaan atribut-atribut yang sangat mirip dengan atribut pada instansi penegak hukum seperti Polri dan TNI menurutnya menjadi salah satu celah yang membuat keberadaan mereka seolah “berasosiasi” dengan institusi penyelenggara tersebut. Hal ini semakin diperkuat dengan kehadiran para pejabat-pejabat institusi negara baik Polri dan TNI dalam setiap acara mereka sehingga seolah semakin melegalkan kondisi tersebut.

“Padahal itu sebuah kebodohan ketika kita berkompromi dengan organisasi preman,” sindirnya.

Jika kondisi seperti ini terus dipertahankan, maka bisa dipastikan kondisi masyarakat Indonesia akan semakin terpuruk karena ketakutan masyarakat semakin besar dan disisi lain kepercayaan terhadap Polri dan TNI juga semakin menipis. Pemerintah harus segera menetukan sikap dengan membubarkan ormas-ormas dan OKP tersebut.

“Jika pemerintah tidak berani, maka kita minta masyarakat dilibatkan untuk melakukan referendum. Sebab ketika Pemerintah tidak mampu melakukan tugasnya, maka rakyat yang memiliki kedaulatan tertinggi harus mengambil alih,” demikian Sutrisno. [rmol]

Editor: Syarif

Ribuan Warga Tumpah Ruah Dalam Grebeg Durian Dewi Kano

Purworejo, gemmcakrawala.co.id – Ribuan orang mendatangi Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing, untuk menyaksikan lomba makan durian dalam kegiatan bertajuk Grebeg Durian Dewi Kano (Desa Wisata Kaligono), Minggu (31/1). Pengunjung tidak hanya dari wilayah Purworejo, namun juga berdatangan dari Semarang, Jogja, Wonosobo, Kebumen, Temanggung, Pati, Riau, dan daerah lainnya.

Grebeg durian yang berlangsung hingga sore hari itu dibuka Pj Bupati Purworejo H Agus Utomo SSos, didampingi Wakil Ketua DPRD Yopi Prabowo SH, Camat Kaligesing Budi Wibowo SSos, Muspika, dan dinas instansi terkait.

Dalam sambutannya Agus Utomo merasa bangga dengan kreatifitas Desa Kaligono yang mengemas lomba durian menjadi even yang sangat menarik. Hingga mampu menyedot simpati pengunjung dari luar daerah.

“Tentu ini merupakan even yang bisa terus dikembangkan, sehingga wisata desa dapat terpromosikan dengan baik,” katanya.

Apalagi menurutnya, akan segera dibangun bandara di wilayah Kulonprogo yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo. “Hal ini akan menjadikan peluang desa untuk menunjukkan potensinya baik dari segi wisatanya, unggulan pertaniannya, kerajinannya, dan potensi yang lain. Harapannya untuk peningkatan perekonomian desa yang endingnya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk meraih itu semua, masyarakat harus menjaga guyub rukun,” harapnya.

Hal senada dikatakan Yopi Prabowo, bahwa kemajuan sebuah desa ditandai dengan kreatifitas masyarakat dalam mengelola potensi alam dan mengolah hasil-hasil pertanian lokal. Maka desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada. Seperti yang dilakukan Desa Kaligono dengan dikembangkannya wisata taman Sidandang dan Curug Siklotok. “Maka supaya terus ditingkatkan promosinya, dan terus berinovasi untuk pengembangannya, serta melestarikan even-even besar seperti lomba makan durian ini. Sehingga menjadi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri,” ungkapnya.

Sementara itu ketua panitia Hari Wibowo menjelaskan, para peserta yang telah mendaftar dengan biaya Rp 20 ribu, harus beradu cepat menyantap buah durian dalam waktu singkat. Tercatat lebih dari 401 peserta mengikuti lomba unik ini. “Tujuan kegiatan ini untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Kaligono, yakni Curug Siklotok dan Taman Sidandang. Grebeg Durian juga sebagai wujud syukur warga atas panen raya durian tahun ini sekaligus mengenalkan produk durian unggulan Kaligono,” ujar Hari Wibowo.

Menurutnya, untuk mendukung kegiatan itu, Dewi Kano menggandeng sejumlah badan usaha sebagai sponsorship serta melibatkan puluhan anggota Cah Purworejo Perantauan (CPP) dan masyarakat desa setempat. Secara teknis, lomba dilakukan dengan sistem penyisihan dibagi per sesi 10 peserta. Dalam setiap sesinya, para peserta diberi waktu selama 2 menit untuk beradu cepat melahap durian yang sudah dikupas.

Para juara babak penyisihan akan beradu dalam babak final memperebutkan juara 1-3. “Kami menyiapkan sekitar seribu durian Kaligono dengan kualitas super. Selain hadiah utama berupa televisi, sepeda, dan barang-barang elektronik kami juga menyediakan puluhan doorprize,” jelasnya.

Dalam lomba tersebut yang tercatat sebagai juara yakni Sutarman warga Desa Kliwonan Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen. Di babak final, ia mampu menghabiskan 46 pongge dalam waktu 9 menit. Kemudian diikukuti Yuli warga Pangen Purworejo, dan Prasetyo warga Tambakrejo Purworejo. [*]

Sumber: Purworejokab.go.id
 
Support : SosialMedia | Partner | Networking
Copyright © 2011. News GemmaCakrawala.co.id - All Rights Reserved
Web Desain Alfusoftmedia Hosting by SEMART HOSTING
Proudly powered by Portal