Home » » Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium

Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium

Written By Unknown on Friday, 16 October 2015 | 05:21

PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium 
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
PT. Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kerugian pada bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Meskipun harga minyak mentah sudah berada di bawah level USD 50 per barel.

Manajemen Pertamina mengklaim kerugian disebabkan karena menjual harga BBM jenis Premium dibawah harga keekonomian.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan walau harga minyak dunia melemah, Pertamina masih mengalami kerugian dalam menjual premium. Kerugiannya mencapai 2 persen dari harga beli dibanding harga harga jual.

"Sekarang Pertamina masih mengalami minus sekitar 2 persen dari nilai keekonomian premium," ujar Dwi di Jakarta, Senin (28/9).

Selengkapnya  Pertamina Minus 2% dari Harga Keekonomian Premium - See more at: http://news.jurnalisrakyat.com/2015/09/pertamina-minus-2-dari-harga.html#sthash.rYjQZzik.dpuf
Share this article :

Post a Comment

 
Support : SosialMedia | Partner | Networking
Copyright © 2011. News GemmaCakrawala.co.id - All Rights Reserved
Web Desain Alfusoftmedia Hosting by SEMART HOSTING
Proudly powered by Portal